Dua Member Kaskus ditangkap Polda Metro Jaya karena Ipad

Jakarta – Berawal dari penawaran 2 buah Ipad 3G Wi Fi 64 GB di forum jual beli (FJB) situs www.kaskus.us, suami dari member kaskus Galih Pratidina Maharsiwi, Dian Yudha Negara (42), dicokok polisi. Teman Yudha, Randy Lester Samu-Samu (29) juga ditangkap, lantaran menyediakan 6 buah Ipad 3G Wi Fi 16 GB.


Penangkapan ini dilakukan oleh anggota Polda Metro Jaya yang menyamar sebagai pembeli, Eben Patar Opsunggu, pada 24 November 2010, saat dilangsungkannya transaksi cash on delivery (COD) sisa pembayaran IPad, di City Walk, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kasus ini sudah masuk persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), dengan agenda kesaksian dari Eben. “Awal mulanya (penyelidikan) kita melakukan pembelian Ipad di Kaskus, ada beberapa yang menjual,” kata Eben, dalam kesaksiannya di PN Jakpus, kemarin, Selasa (28/6).

Eben ialah anggota Unit II Satuan Industri dan Perdagangan Dit Reskrimsus, Polda Metro Jaya. Menurut Eben, pihaknya saat itu, tengah melakukan penyelidikan terhadap peredaran barang I Pad lewat Kaskus. Lantas, Eben menemukan akun milik Galih bernama ´mendung´ karena kedapatan menjual 2 buah Ipad 3G Wi Fi 64 GB yang barangnya bisa dipastikan ada saat transaksi pembayaran di tempat (COD).

Dalam persidangan, ketua majelis hakim Sapawi bertanya apakah Eben berpura-pura sebagai pembeli, polisi perawakan agak gemuk dan plontos ini mengakuinya. “Iya saya nawar dan setuju harganya,” kata Eben.

Ceritanya begini. Saat Eben menemukan 2 buah Ipad itu di Kaskus, ia langsung menawar via Blackberry Messanger (BBM) kepada Galih karena di situ tercantum PIN BBM milik Galih. 2 Ipad ini sebenarnya ditujukan untuk ibu dan adik Galih, namun tidak jadi dipakai sehingga terpaksa dijual.

Eben bertanya stok Ipad yang dijual selain 2 buah tersebut. Galih mengatakan, bahwa 2 buah Ipad itu adalah barang jualan milik suaminya, wirausaha di bidang transaksi keuangan, Dian Yudha. Namun pihaknya tidak memilliki stok tambahan. Alhasil, Dian Yudha menghubungi teman yang menjual Ipad kepadanya, pegawai BP Migas, Randy.

Barang milik Randy ini dibeli dari Singapura. Singkat cerita, Randy memiliki stok 6 buah Ipad lagi yang kemudian jadi dipesan oleh Eben dengan uang muka tiap unitnya Rp100 ribu. “Saya juga memberikan DP (uang muka) Rp600 ribu,” kata Eben.

Saat pertemuan dilangsungkan, Randy membawa 6 Ipad miliknya dan 2 Ipad milik Dian Yudha ke City Walk, kemudian Eben hadir bersama Dian Yudha. Namun, saat Eben memastikan tidak ada buku petunjuk berbahasa Indonesia dan tidak ada stiker Ditjen Postel, Eben langsung mengaku sebagai petugas Polda Metro Jaya, lalu Randy dan Dian Yudha ditangkap, dibantu 2 petugas polisi lain yang juga berada di tempat.

Menurut Eben, kesalahan Dian Yudha dan Randy sederhana. “Barang dagangannya tidak memiliki buku petunjuk (manual book) berbahasa Indonesia serta tidak memiliki stiker dari Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Ditjen Postel) Kemkominfo, sebagai syarat barang elektronik komunikasi resmi,” papar Eben.

Hal itu, sambungnya, melanggar Pasal 62 Ayat (1) juncto Pasal 8 Ayat (1) Huruf j UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen karena tidak memiliki manual book berbahasa Indonesia. Lalu, Pasal 52 juncto Pasal 32 Ayat (1) UU Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, karena I Pad belum terkategori alat elektronik komunikasi resmi.

Oleh karena penyidikan itu, jaksa penuntut umum, Endang, mendakwa Dian Yudha dan Randy dengan dakwaan primair mengenai ketentuan UU Perlindungan Konsumen dan dakwaan subsidair mengenai UU Telekomunikasi itu. Kedua dakwaan sama-sama dihubungkan dengan tindak pidana turut serta Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP. Ancamannya pidana penjara paling lama 5 tahun.

Pendiri Kaskus khawatir ada pemerasan oleh polisi

Jakarta – Pendiri situs komunitas www.kaskus.us, Andrew Darwis, menyatakan keprihatinannya terhadap dua pemuda penjual Ipad, Dian Yudha Negara (42) dan Randy Lester Samu-Samu (29) yang ditangkap terkait penjualan dalam forum jual beli (FJB) Kaskus. Menurut Andrew, penjualan 8 unit Ipad yang dilakukan kedua orang itu masih tergolong skala kecil.

“Menurut saya itu masih iseng-iseng saja. Beli di Singapura, kemudian tidak dipakai lalu dijual di Kaskus itu masih sah-sah saja. Kalau yang dijual sudah ratusan itu baru melanggar hukum karena berniat mendapatkan untung banyak dan menghindari pajak sehingga negara dirugikan,” kata Andrew,

Andrew mengkhawatirkan, dalam kasus penangkapan penjualan Ipad tidak resmi itu, Kepolisian memiliki motif tertentu, mengingat metode yang digunakan adalah penjebakan saat transaksi cash on delivery (COD) dilangsungkan. Dirinya juga mengakui bahwa hingga saat ini belum banyak yang terdengar proses hukumnya berlanjut hingga persidangan.

“Patut dikhawatirkan aparat yang berwajib nakal dan memanfaatkan kesempatan. Kalau sengaja mengincar nggak ditangkap nakal dia, karena patut diduga buntutnya terjadi pemerasan. Kalau sengaja mengincar kemudian diproses hukum, beneran diurus, baru bener,” kata Andrew.

Kendati demikian, sambung Andrew, dirinya mengharapkan, penangkapan dalam FJB Kaskus dilakukan terhadap orang-orang yang memiliki niat berbuat jahat, seperti mencari keuntungan dan menghindari pajak itu. “Termasuk jualan senjata, narkoba dan barang haram lainnya,” kata Andrew.

Tinggalkan komentar

Filed under Aneh & Antik, Berita & Politik, Komputer, Ponsel, Regional, Teknologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s